Foto Bersama Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Kie Raha Ternate

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Kie Raha Ternate, mengelar kegiatan pelatihan Kewirausahaan dan Kepustakaan di Kampus STKIP Kie Raha Ternate.

Kegiatan pelatihan Kewirausahaan dan Kepustakaan, yang mengusung tema,” Membangun Kemampuan Kewirausahaan dan Kepustakaan Berbasis Teknologi” itu, menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Perpustakaan STKIP Kie Raha Ternate. Yuslina Nuryadin dan Iswadi Ahmad. dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP Kie Raha Ternate.

Yusri Aboko, dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Kie Raha Ternate, mewakili Ketua Prodi, dalam sambutanya mengatakan, kegiatan  Enterpreneurship dan Kepustakaan merupakan pelatihan yang dilaksanakan setiap tahun, dengan harapan mahasiswa dibekali dengan pengetahuan bisnis dan  kepustakaan dengan mengandalkan Teknologi Informasi (TI).

“Karena tidak semua mahasiswa  Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia akan jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi mungkin ada yang jadi pengusaha, bahkan ada yang jadi pengiat literasi pustakawan,” ungkap Yusri

Dia berharap, kedua  narasumber untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berpikir kritis, “berpikir kritis yang saya maksudkan adalah berpikir berbasis pada realitas, mengingat di era sekarang persaingan semakin ketat dan kita membutuhkan ketrampilan di bidang yang lain,” jelasnya

Sementara itu, Iswadi Ahmad, saat memberikan materi kewirausahaan mengatakan, enterpreneurship bukan hanya sebagai bidang ilmu ekonomi yang sifatnya teoritik, namun lebih dari itu, ilmu ekonomi membutuhkan praktik karena  enterpreneurship harus dikembangkan melalui UMKM  di kampus.

“Misalnya mahasiswa harus diberikan bimbingan dan praktik yang endingnya bermanfaat bagi masa depan mereka menjadi Enterpreneur, secara tidak langsung kita telah berkontribusi terhadap negara,” ungkap Iswadi

Kata dia,  dunia usaha merupakan aset besar negara, tidak perlu takut gagal karena pengalaman merupakan guru yang paling berharga. “Oleh karena itu, anak muda harus bekerja keras untuk membangun masadepan bangsa,  dengan cara mengembangkan usaha walaupun itu dengan modal yang kecil,” ujar Iswadi memberi motivasi.

Lebih lanjut, Yuslina Nurdiyani, dalam materi Kepustakaan mengatakan, pustakaan yang memotivasi mahasiswa untuk mengenal sistem layanan di dalam perpustakaan dan masifnya teknologi, karena teknologi dapat memberikan dampak positif kepada mahasiswa dalam mencari sumber informasi atau materi baru.

“Karena layanan informasi juga menjadi penting dengan adanya perkembangan Revolusi 4.0 adalah indikator pengembangan SDM berbasis literasi digital,” ujar Yuslina di hadapan peserta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *