Himapro Basindo adalah salah satu organisasi kampus yang bergiat melakukan kegiatan-kegiatan literasi kampus. di samping adapun kegiatan lain yang digerakkan oleh Himapro Basindo yakni kegiatan belajar bahasa Indonesia bagi pemula (B-BIPA) melalui via missenger, gerakan membaca bersama (GMB), dan kuliah literasi DI setiap awal bulan Bahasa 28 oktober dan Akhir Bulan, Himapro Basindo melakukan kajian rutin bagi setiap anggotanya.

Kegiatan yang menjadi program unggulan ini terbagi atas 2 bagian, yaitu literasi digital dan literasi bahasa dan sastra. Di dalam literasi digital difokuskan pada tiga kompetensi: microsoft office, photoshop, dan powerpoint. Sementara literasi digital meliputi kajian literasi dasar, filsafat sastra, membongkar kesalahan-kesalahan berbahasa yang di beri langsung oleh dosen Ilmu Bahasa “Masayu Gay, M.Pd, dalam materi tersebut berfokus pada cara menulis yang baik dan benar sesuai dengan EYD dari awal hingga melahirkan karya tulis (buku), adapun tips-tips yang memudahkan menulis puisi. Kegiatan ini di skedulkan hingga 2 bulan ke depan secara gratis.

Kegiatannya dibuka pada setiap awal bulan dan akhir bulan tepat pada 28 oktober, pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dengan materi Filsafat Sastra oleh Fauji A. Sariman selaku ketua Himapro Basindo Stkip Kieraha. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 35 orang. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari beberapa program studi di STKIP Kie Raha Ternate beserta beberapa mahasiswa dari kampus lain di Kota Ternate.

Menriknya koordinator kegiatan, Runi Rustam, mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk responsif terhadap kebutuhan dan perkembangan teknologi. Literasi digital sudah menjadi keharusan bagi setiap anak muda. Dengan kata lain, generasi milenial harus mampu menerapkan literasi. Sedangkan kajian literasi bahasa berangkat dari fenomena kesalahan berbahasa yang sering terjadi. Banyak penulis keliru dalam menulis, baik secara kaidah, sintaksis, maupun secara logika. Karena itu, masalah pendidikan dengan literasi perlu diatasi agar dapat diminimalisir. Sebab, bagaimana pun, keterampilan berbahasa sangatlah penting dalam penulisan-penulisan karya ilmiah. (YL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *