Sejarah PSPBS-STKIP Kie Raha

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara,  berdiri pada tahun 2002.  Salah satu pertimbangan mendasar adalah Provinsi Maluku Utara sebagai provinsi baru, yang terbentuk melalui UU No. 1 Tahun 1999 dan kondisi objektif pasca konflik sosial yang mengakibatkan Provinsi Maluku Utara tidak hanya kekurangan tapi juga kehilangan nyawa ribuan tenaga gurunya.

Atas dasar itu, pada tanggal 25 Januari 2013 dikeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 29/E/O/2013 tentang Perubahan atas keputusan Menteri Pendidikan Nasional 148/D/O/2003 tentang pemberian Ijin Penyelenggaraan program-program studi dan Pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha di Ternate diselenggaran oleh Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Ternate Maluku Utara menjadi STKIP Kie Raha di Ternate Provinsi Maluku Utara diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Sumber Daya Maluku Utara Indonesia di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Pejabat yang menandatangani keputusan tersebut adalah Djoko Santoso.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia didirikan melalui SK Dirjen Dikti Nomor: 4884/D/T/2006 tanggal, 21 Desember 2006 yang merupakan hasil perjuangan dari YPSD-MU dan Lembaga STKIP Kie Raha untuk memenuhi tuntutan/kebutuhan masyarakat Maluku Utara untuk berkontribusi terhadap penyiapan tenaga guru Bahasa dan Sastra Indonesia serta ikut memperkuat lembaga STKIP Kie Raha.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pertama kali dipimpin oleh Anwar Nada, S.Pd, M.Hum (2006-2014) dan digantikan oleh Idrus Ahmad, M.Pd (2014-2017). Dilanjutkan kembali kepempinan prodi oleh Pipit Aprilia Susasnti, M.Pd (2017-2019). Pada 13 Juni 2019, pimpinan perguruan tinggi mengangkat Agus Boriri, M.Pd untuk menjabat sebagai ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tetap berupaya untuk memperbaiki diri untuk mengikuti tuntutan perubahan zaman sehingga lulusnnya dapat diterima di lapangan pekerjaan atau masyarakat.

Oleh karena itu, Visi dan Misi yang diemban oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia harus tetap mengacu pada visi dan misi lembaga yang mencerminkan gagasan utama pendiriannya dan juga berkembang seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Visi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu “Menjadikan program studi berkualitas, berdaya saing pada bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di tingkat nasional pada tahun 2024”. Di dalam visi itu, mengandung falsafah Marimoi Ngone Foturu yang merupakan amanat para leluhur empat kerajaan di bumi Moloku Kie Raha, agar  segala sesuatu dilakukan secara bergandeng tangan atau bersama-sama untuk mencapai tujuan yaitu bermutu, unggul, dan kompetitif.

Berdasarkan falsafah tersebut, visi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia disusun dengan semangat Marimoi Ngone Foturu. Semangat yang berakar dari nilai-nilai budaya Moloku Kie Raha ini, merupakan langkah ikhtiar untuk menatap masa kini dan masa depan dengan tantangannya disikapi secara bijaksana. Karena itu, dalam penyusunannya pihak internal kampus maupun pihak eksternal kampus yang dilibatkan dalam penyusunan visi,misi, tujuan, dan strategi program studi.